Yayasan Kertagama

Mengabdi untuk Budaya Negeri
Memberikan sumbangsih demi kokohnya kebudayaan nasional

History

Yayasan KERTAGAMA didirikan di Jakarta pada tanggal 6 Mei 2005. Nama KERTAGAMA digunakan dengan pertimbangan, bahwa mahakarya tersebut merupakan sebuah rujukan sejarah kejayaan pemerintahan kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan besar yang pernah berdiri di Nusantara. Kandungan KERTAGAMA merupakan salah satu ekspresi puncak kebudayaan yang nilai-nilainya patut kembali dihidupkan untuk mencapai kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang "tata-tentrem-kertaraharjo" atau tertib, damai, dan sejahtera.

Yayasan KERTAGAMA bukan sebuah gerakan Jawanisasi, namun merupakan upaya mempelajari dan mengangkat kembali nilai-nilai kearifan Jawa, kearifan nusantara yang adi luhung sebagai kebudayaan unggulan dalam membangun pilar-pilar kejayaan Nusantara atau Indonesia kini dan masa depan.

Yayasan KERTAGAMA berasaskan Pancasila dan berlandaskan UUD 1945 didirikan karena keprihatinan terhadap kondisi bangsa yang dilanda krisis multidimensi. Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara semakin terasa tidak dilandasi nilai-nilai budaya luhur yang diwariskan oleh para pendahulu. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong perubahan perikehidupan dengan segala konsekuensinya. Untuk itu, memelihara dan merevitalisasi kebudayaan Nusantara seharusnya menjadi kepedulian kita bersama.

Keprihatinan ini mendorong tiga tokoh yaitu H. Sudwikatmono, H. Harmoko, dan Dr. Sri Teddy Rusdy bersepakat membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Yayasan KERTAGAMA. Maksud dan tujuan didirikannya Yayasan KERTAGAMA ini adalah untuk turut serta memelihara, mengembangkan, dan mereaktualisasikan nilai-nilai budaya Nusantara dalam rangka mempertahankan jati diri bangsa. Budaya Jawa telah tertata dalam sejarah sebagai salah satu pembentuk karakter bangsa di samping budaya-budaya dari etnis lain yang tak kalah pentingnya. Adanya interaksi lintas budaya menjadikan nilai-nilai budi pekerti yang terdapat pada tradisi dan kearifan lokal menipis sehingga membuat bangsa ini rapuh seperti tidak memiliki ruh. Untuk itu, Yayasan KERTAGAMA berupaya untuk melestarikan nilai-nilai budi pekerti, adat istiadat hidup bersama dan bergotong-royong, yang merupakan harta termahal yang diwariskan oleh para leluhur bangsa. Melalui berbagai kegiatan, Yayasan KERTAGAMA, ingin memberikan sumbangsih demi kokohnya kebudayaan nasional, di tengah semakin derasnya arus budaya asing dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Saat ini, Yayasan KERTAGAMA mulai mendalami dan meneliti situs-situs kerajaan Nusantara seperti Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram. Situs-situs terkait yang relevan juga akan menjadi bagian dari penelitian.